Pakan merupakan faktor utama dalam keberhasilan beternak ayam, baik ayam kampung maupun ayam pedaging. Salah satu cara untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas pakan adalah dengan membuat pakan ayam fermentasi.
Metode ini cukup populer di kalangan peternak karena dapat meningkatkan nilai gizi, memperpanjang daya simpan, serta membantu pencernaan ayam.
Cara Membuat Pakan Ayam Fermentasi yang Hemat dan Bergizi
Pakan fermentasi dibuat melalui proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme baik, seperti bakteri dan ragi. Hasilnya, pakan menjadi lebih lunak, mudah dicerna, dan kandungan nutrisinya lebih optimal dibandingkan pakan biasa.
1. Menyiapkan Bahan Utama
Langkah pertama adalah menyiapkan bahan pakan. Komposisi bahan bisa disesuaikan, namun contoh yang umum digunakan adalah:
-
Dedak halus / bekatul: 10 kg
-
Jagung giling: 5 kg
-
Konsentrat (opsional): 2 kg
-
Air bersih: secukupnya
-
Molase atau gula merah cair: 200 ml
-
EM4 peternakan: 200 ml
Pastikan semua bahan dalam kondisi bersih dan tidak berjamur agar hasil fermentasi tidak gagal.
2. Mencampur Bahan Kering
Masukkan semua bahan kering seperti dedak, jagung giling, dan konsentrat ke dalam wadah besar (ember, terpal, atau bak).
Aduk bahan tersebut hingga benar-benar tercampur merata. Proses ini penting agar fermentasi nantinya terjadi secara merata di seluruh bagian pakan.
3. Membuat Larutan Fermentasi
Siapkan wadah terpisah, lalu campurkan:
-
EM4
-
Molase atau gula merah cair
-
Air bersih
Aduk hingga semua bahan larut sempurna. Larutan ini berfungsi sebagai sumber mikroorganisme yang akan memfermentasi pakan.
4. Mencampurkan Larutan ke Bahan Pakan
Tuangkan larutan fermentasi sedikit demi sedikit ke dalam campuran bahan kering.
Sambil menuang, aduk terus hingga merata. Target tekstur yang dihasilkan adalah:
-
Lembap (tidak kering)
-
Tidak terlalu basah
-
Jika digenggam, menggumpal tapi tidak mengeluarkan air
Tekstur ini sangat penting karena terlalu basah bisa menyebabkan pakan busuk, sedangkan terlalu kering membuat fermentasi tidak optimal.
5. Memasukkan ke Wadah Fermentasi
Setelah tercampur rata, masukkan pakan ke dalam wadah tertutup seperti:
-
Drum plastik
-
Ember dengan tutup
-
Karung plastik yang diikat rapat
Padatkan sedikit agar tidak banyak udara di dalamnya, lalu tutup rapat. Kondisi minim udara membantu proses fermentasi berjalan dengan baik.
6. Proses Fermentasi (3–5 Hari)
Simpan wadah pakan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari.
Biarkan selama 3 hingga 5 hari. Selama proses ini, mikroorganisme akan bekerja menguraikan bahan pakan.
Hindari membuka tutup wadah terlalu sering karena bisa mengganggu proses fermentasi.
7. Mengecek Hasil Fermentasi
Setelah 3–5 hari, buka wadah dan periksa hasilnya. Pakan fermentasi yang berhasil memiliki ciri:
-
Aroma harum khas fermentasi (mirip tape)
-
Tidak berbau busuk
-
Tidak berjamur
-
Tekstur lembut
Jika muncul bau menyengat atau jamur, sebaiknya pakan tidak digunakan.
8. Pakan Siap Digunakan
Pakan fermentasi bisa langsung diberikan ke ayam. Untuk penggunaan pertama, lakukan adaptasi:
-
Hari 1–3: campur 50% pakan fermentasi + 50% pakan biasa
-
Hari berikutnya: tingkatkan porsi fermentasi
Pakan ini biasanya diberikan 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan ayam.
Tips Penting Agar Fermentasi Berhasil
-
Gunakan EM4 sesuai dosis (jangan berlebihan)
-
Pastikan wadah benar-benar tertutup rapat
-
Jangan gunakan bahan yang sudah basi atau berjamur
-
Perhatikan kadar air (ini kunci utama keberhasilan)
Kesimpulan
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu dapat membuat pakan ayam fermentasi sendiri di rumah dengan mudah
Beberapa informasi seputar Mesin Pembuat Pakan Ayam yang bisa dijadikan refrensi yang berguna suatu saat nanti.
Selain menghemat biaya, kualitas pakan juga lebih terjamin. Metode ini sangat cocok diterapkan bagi peternak yang ingin meningkatkan hasil ternak secara efisien dan berkelanjutan.


