cara mendaur ulang kertas
Blog

cara mendaur ulang kertas

Seperti yang kita ketahui, berbagai permasalahan lingkungan—seperti banjir dan tanah longsor—sering kali terjadi akibat berkurangnya jumlah pepohonan, yang sebagian besar ditebang untuk memenuhi kebutuhan produksi kertas baru.

Oleh karena itu, daur ulang kertas menjadi hal yang sangat perlu dilakukan, mengingat penggunaan kertas masih tergolong tinggi dan tidak mengalami penurunan yang signifikan, meskipun saat ini kita telah berada di era digital saat ini.

Mengapa Kertas Perlu Didaur Ulang?

Di sektor pendidikan khususnya, penggunaan kertas masih tergolong sangat tinggi, meskipun perkembangan digitalisasi terus meningkat. Berdasarkan data dari GNFI, tingkat konsumsi kertas di Indonesia mencapai sekitar 27 kilogram per orang setiap tahunnya. Jumlah tersebut setara dengan kurang lebih 11 rim kertas atau penebangan sekitar 11 batang pohon per orang, sementara total sampah kertas yang dihasilkan di Indonesia dapat mencapai 17 ribu ton setiap hari.

Bagaimana Proses Daur Ulang Kertas?

Seiring perkembangan zaman, minat terhadap daur ulang kertas semakin meningkat karena memberikan manfaat yang signifikan, baik dari sisi ekonomi maupun kelestarian lingkungan.

Lalu, bagaimana sebenarnya tahapan daur ulang kertas hingga dapat kembali menjadi kertas baru? Berikut penjelasannya.

1. Collection (Pengumpulan)

Tahap pengumpulan merupakan langkah awal dalam proses daur ulang kertas. Pada tahap ini, produsen atau pabrik kertas umumnya memperoleh bahan baku daur ulang dari para pengepul.

Hingga saat ini, selain koran dan majalah bekas, sebagian besar kertas yang didaur ulang berasal dari sektor industri dan komersial. Hal ini karena jenis kertas tersebut cenderung lebih bersih, mudah dipilah, serta lebih efisien dan ekonomis untuk dikumpulkan.

Oleh sebab itu, sistem pengumpulan yang diterapkan perlu dirancang secara efisien dan hemat biaya. Dengan pengelolaan yang baik, volume kertas yang terkumpul dapat optimal sekaligus menjaga kualitas bahan baku agar layak untuk diproses pada tahap daur ulang berikutnya.

2. Sorting and Transportation (Pemilahan Kertas)

Setelah tahap pengumpulan, kertas bekas akan melalui proses penilaian untuk menentukan kualitasnya. Kertas dengan mutu yang serupa akan dikelompokkan menjadi satu, karena memiliki jumlah serat yang relatif sama dan dapat diekstraksi bersama dalam proses pulp. Selanjutnya, kertas tersebut diangkut ke fasilitas daur ulang di pabrik kertas, tempat jumlah serta kualitasnya—meliputi tingkat kebersihan dan jenis kertas—diukur secara lebih detail.

Pada tahap berikutnya, kertas disortir kembali berdasarkan karakteristik permukaan dan struktur. Sebagai contoh, kertas tipis seperti koran akan dipisahkan dari kertas yang lebih tebal, seperti map atau karton.

Proses pemilahan ini menjadi tahap yang sangat penting, karena nilai dan hasil akhir produk kertas daur ulang sangat ditentukan oleh jenis serta kualitas bahan kertas yang berhasil dikumpulkan kembali.

3. Shredding dan Pulping (Proses Pembentukan Bubur Kertas)

Tahap selanjutnya dalam proses daur ulang kertas adalah penghancuran kertas atau shredding, yaitu memarut kertas bekas menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu, potongan kertas dicampur dengan air dalam jumlah besar serta ditambahkan bahan kimia tertentu, seperti hidrogen peroksida, natrium hidroksida, dan natrium silikat. Tujuan dari proses ini adalah untuk memecah struktur kertas dan memisahkan serat-seratnya hingga terbentuk bubur kertas.

Bubur kertas yang dihasilkan disebut pulp, dengan tekstur menyerupai oatmeal, dan menjadi bahan dasar pembuatan kertas baru. Proses perubahan kertas bekas menjadi pulp ini dikenal sebagai pulping. Selanjutnya, pulp disaring melalui proses screening untuk memisahkan partikel berukuran besar yang tertahan di saringan, sementara partikel yang lebih halus akan lolos dan diproses ke tahap berikutnya.

4. De-Inking (Penghilangan Tinta)

Pada tahap de-inking, pulp dimasukkan ke dalam tangki apung yang mengandung bahan kimia dan gelembung udara untuk mengangkat serta memisahkan tinta dan pewarna dari serat kertas. Untuk memperoleh warna yang lebih cerah, hidrogen peroksida atau bahan pemutih lainnya sering ditambahkan. Dalam beberapa kasus, pewarna juga dapat ditambahkan kembali guna menghasilkan kertas dengan warna tertentu sesuai kebutuhan.

5. Drying (Pengeringan)

Tahap pengeringan merupakan proses akhir dalam daur ulang kertas. Pada proses ini, pulp dilewatkan melalui rol untuk mengurangi kadar air, kemudian dikeringkan menggunakan rol berpemanas hingga terbentuk lembaran kertas panjang berbentuk gulungan. Gulungan kertas tersebut selanjutnya dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil dan didistribusikan untuk diolah menjadi berbagai produk, seperti kertas cetak, kertas kemasan, maupun produk kertas lainnya.