Makanan goreng menjadi camilan favorit karena memiliki rasa gurih dan renyah. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, muncul berbagai teknologi pengolahan makanan yang dianggap lebih baik dibandingkan metode penggorengan biasa. Salah satu teknologi yang cukup populer adalah vacuum frying.
Teknik ini banyak diterapkan pada pembuatan keripik buah dan sayuran karena dapat menghasilkan camilan yang lebih renyah dengan kadar minyak lebih rendah. Banyak produsen makanan mulai menggunakan teknik ini untuk menjaga kualitas produk tetap baik. Lalu, apa perbedaan vacuum frying dan normal frying, serta mana yang lebih sehat dikonsumsi?
Pengertian Vacuum Frying dan Normal Frying
Vacuum frying adalah teknik menggoreng menggunakan tekanan rendah atau kondisi vakum sehingga proses penggorengan dilakukan pada suhu lebih rendah dibandingkan penggorengan biasa. Teknologi ini digunakan untuk membuat keripik buah dan sayur agar warna, rasa, serta kandungan gizinya tetap terjaga.
Sementara itu, normal frying merupakan metode penggorengan konvensional menggunakan minyak panas dengan suhu tinggi. Pada penggorengan biasa, suhu minyak umumnya mencapai 160–180°C. Suhu tinggi membuat makanan cepat matang, tetapi juga dapat mengurangi kandungan nutrisi dan meningkatkan penyerapan minyak.
Berbeda dengan vacuum frying yang bekerja pada suhu sekitar 80–120°C sehingga hasil gorengan lebih renyah dan tidak terlalu berminyak. Untuk memahami lebih lanjut mengenai teknologi mesin vacuum frying, Anda dapat membaca penjelasan lengkap di apa itu mesin vacuum frying
Perbedaan Vacuum Frying dan Normal Frying

1. Suhu Penggorengan
Perbedaan utama terletak pada suhu yang digunakan. Vacuum frying memakai suhu lebih rendah karena adanya tekanan vakum, sedangkan normal frying membutuhkan suhu tinggi agar makanan matang sempurna.
Suhu rendah pada vacuum frying membantu menjaga warna alami makanan sehingga buah atau sayur tidak mudah gosong. Sebaliknya, penggorengan biasa membuat warna makanan lebih gelap akibat proses pemanasan berlebih.
2. Kandungan Minyak
Vacuum frying menghasilkan makanan dengan kandungan minyak lebih sedikit. Hal ini karena proses vakum membantu mengurangi penyerapan minyak ke dalam bahan makanan. Keripik hasil vacuum frying biasanya terasa lebih ringan dan tidak terlalu berminyak.
Sementara itu, normal frying membuat makanan menyerap minyak lebih banyak sehingga teksturnya cenderung lebih berat. Kadar minyak yang berlebihan pada makanan dapat berdampak kurang baik apabila dikonsumsi secara terus-menerus.
3. Kandungan Nutrisi
Pada vacuum frying, vitamin dan nutrisi pada buah atau sayur lebih terjaga karena proses pemanasan tidak terlalu tinggi. Teknologi ini cocok digunakan untuk produk makanan sehat seperti keripik apel, nangka, pisang, atau sayuran.
Normal frying dapat mengurangi kandungan nutrisi akibat suhu tinggi dan waktu penggorengan lebih ekstrem. Karena itu, banyak produk camilan sehat mulai menggunakan teknologi vacuum frying.
Kelebihan Vacuum Frying
1. Hasil Lebih Sehat
Vacuum frying dianggap lebih sehat karena kandungan minyak pada makanan lebih rendah. Selain itu, warna dan rasa asli bahan makanan tetap terjaga sehingga kualitas produk menjadi lebih baik.
2. Cocok untuk Keripik Buah
Penggunaan vacuum frying banyak dimanfaatkan dalam industri pembuatan keripik buah karena mampu menjaga kualitas produk.Buah memiliki kadar gula tinggi sehingga mudah gosong jika digoreng biasa. Dengan vacuum frying, buah dapat tetap renyah tanpa merusak rasa aslinya.
3. Kekurangan Vacuum Frying
Meskipun memiliki banyak kelebihan, vacuum frying membutuhkan biaya produksi lebih besar. Mesin vacuum frying juga lebih mahal dibandingkan alat penggorengan biasa. Selain itu, proses produksi memerlukan perawatan mesin dan pengoperasian lebih kompleks.
Di sisi lain, normal frying lebih sederhana dan mudah dilakukan sehingga masih banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Kesimpulan
Vacuum frying dan normal frying memiliki perbedaan utama pada suhu penggorengan, kandungan minyak, serta kualitas hasil makanan. Vacuum frying lebih unggul dalam menjaga nutrisi, menghasilkan makanan lebih sehat, dan membuat produk terlihat premium.
Di sisi lain, normal frying menjadi pilihan yang lebih sederhana dan ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari.Jika tujuan utama menghasilkan camilan sehat dengan kualitas tinggi, maka vacuum frying menjadi pilihan lebih baik dibandingkan penggorengan biasa.


